Tanggung Jawab

Semalam saya dan ibu saya ngobrol - ngobrol dan cerita tentang hal - hal yang berhubungan dengan dunia kera. Ibu saya merupakan pegawai negeri sipil yang sudah kurang lebih 30 tahun mengabdi pada Indonesia Raya ini.

Ibu sangat menyayangkan pada saat ini banyak orang yang berlomba - lomba untuk masuk menjadi PNS hanya karena pekerjaannya tidak terlalu sulit dan juga untuk jam masuk dan pulang kerja bisa tergantung pribadi saja, karena walaupun dalam 1 bulan seorang pegawai tidak masuk kantor gajinya akan terus keluar. Karena untuk memberhentikan seorang PNS harus ada terlebih dahulu SK (Surat Keputusan) dari Menteri Dalam Negeri.

Hal ini menjadikan banyak pegawai - pegawai yang melepaskan tanggung jawabnya begitu saja tanpa ada perasaan bersalah. Saya sendiri merasa aneh apakah tidak terbersit di hatinya bahwa kelak di akhirat akan diminta semua pertanggung jawaban terhadap apa yang kita lakukan di dunia. Mungkin itu sudah terlalu jauh untuk dipikirkan tapi apa setidaknya tidak terasa di hatinya bahwa kalau mereka (pegawai - pegawai malas) itu akan dicap sebagai pegawai yang tidak loyal pada pekerjaannya..??? Tidakkah mereka malu dicap seperti itu…???

Terus terang jika saya yang menjadi mereka, saya akan sangat - sangat malu sekali jika cap pemalas melekat pada saya. Bukan hanya pemalas tapi kita juga dianggap tidak becus dalam bekerja. Mungkin ini salah satu keburukan dari PNS, seharusnya pemerintah bisa memperbaiki sistem tersebut dengan mengalihkan wewenang memberhentikan kepada Kepala Dinas, agar tidak banyak lagi pegawai - pegawai yang berkeliaran disaat jam kerja.

Begitu susahnya untuk mendapatkan SK PNS, tapi setelah didapat semua itu malah disia- siakan, lebih baik berhenti dengan secara sadar karena di luar sana masih banyak pengangguran - pengangguran yang membutuhkan pekerjaan yang mungkin bisa lebih loyal daripada pegawai - pegawai malas saat ini.

Semoga pemerintah dapat segera menyadarinya….Amin..

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

yeah…yeah… si ibu kejem amat ya… gak semua pns gitu… contohnya gw… kerja terus didepan kompie mendevelop macam2 aplikasi2 buat penunjang kinerja kantor.. he…he… wekekek
(ketawa sambil makan chitato nih…he..he..) klo didirektorat gw kerja tuh pake “job grid” bu… gaji boleh sama..tpi tunjangan beda.. disesuaikan job_nya…. bisa pulang ampe jam 2 malem kalo bu menteri minta ini itu yg musti kelar hari itu… wekekekek

*kabuuuuurrrrrrrrrrr*

Bersyukurlah anda yang PNS,Sibuk ga sibuk dapat penghasilan.

ayo pemerintah
segera bertindak :)

@masenchipz
wew….kan cuman dikit yang bener2 tau ama kerjaannya… :D

@ubadbmarko
ada minat jadi PNS?

@achoey
yup bener :D

PNS??OH NOOO….
WIRASWASTA???OOH YEESS… :mrgreen:

Hmmm…cape juga ya jadi PNS itu :D buktinya banyak yang lepas taggung jawab, tapi tergantung dari individunya sih ;)

hmm…emang sih banyak yg bilang begitu, kalo liat acara snapshot (metrotv) dan johnpantau (transtv)keliatan jelas banget tuh PNS yg ketangkep basah waktu mangkir, kerjaannya cuma baca koran, minum kopi, ngobrol, trus jam 2 udah pada cabut.

Tapi menurut gw ada juga kok yg gak kayak gitu (contohnya mungkin ibu lo itu), cuma krn citra di masyarakat udah begitu maka semuanya kena cap yg sama. Temen gw yg PNS jg suka pada kesel dgn cap itu krn mereka gak ngerasa begitu. Setiap hari mereka lembur dengan uang lembur pas2an. Kerjaannyapun seabrek kayak gak ada abisnya…ya mudah2an dengan sistem seleksi yg makin ketat oknum PNS yg pada males gak ada lg.

ibarat kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga :D

selama kkn masih menjadi budaya, kelakuan oknum seperti itu pasti akan selalu ada.

insyaAllah saya tidak termasuk yang seperti itu

mudah - mudahan, dan kita ahrus selalu koreksi diri kita :D

Leave a comment

(required)

(required)